
Banjarmasin – Ghina Hafizha, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2024, terpilih sebagai Duta Bahasa Berbakat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026 dalam ajang yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalsel di Hotel Banjarmasin International pada Rabu, 3 Juni 2026, setelah melalui rangkaian seleksi yang berlangsung dari bulan April hingga Juni.
Kegiatan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan ini berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini bertujuan mencari generasi muda untuk menjadi representasi serta menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Ghina lolos seleksi bersama 19 finalis lainnya. Jumlah peserta yang lolos tahap seleksi awal atau administrasi sebanyak 71 orang. Para finalis terdiri dari 10 orang perempuan dan 10 orang laki-laki.

Proses seleksi cukup panjang. Tahap seleksi dimulai dari seleksi administrasi pada bulan April 2026. Peserta kemudian mengikuti tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan seleksi wawancara. Pada bulan Mei, diadakan taklimat, tes UKBI kedua, dan karantina terbuka. Tahap terakhir, yaitu karantina tertutup sekaligus final raya, digelar pada tanggal 2-4 Juni 2026.
Malam penganugerahan atau final raya berlangsung pada hari Rabu, 3 Juni 2026, di Hotel Banjarmasin International. Acara dimulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA.
Ghina mengaku ilmu komunikasi yang dipelajarinya di kampus banyak ia terapkan selama mengikuti kompetisi. Mulai dari cara bertanya dan menjawab pemateri di karantina terbuka, hingga mempresentasikan program kerja (krida) kepada dewan juri di karantina tertutup. Menurutnya, semua hal itu tidak lepas dari ilmu komunikasi yang ia pelajari.

Alasan Ghina memutuskan mengikuti kegiatan ini bermula sejak ia di bangku sekolah. Mata pelajaran favoritnya adalah bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Ia juga memiliki pengalaman saat berada di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di seksi bidang komunikasi dan berbahasa, yang membuatnya sering berbicara di depan orang banyak, seperti menjadi pewara. Selain itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi, ia menilai bahasa adalah salah satu bentuk komunikasi. Hal itu ia anggap cukup menjadi bekal untuk berkompetisi di ajang Duta Bahasa tahun ini.
“Kesannya sangat luar biasa, perasaan saya campur aduk. Di setiap prosesnya terdapat suka dan juga duka,” ujar Ghina. “Proses untuk berkembang itu tidak ada yang mudah dan instan, tetapi saya yakin tidak ada perjuangan yang sia-sia.”
Ia menambahkan, “Di awal, saya tidak mengharuskan diri saya untuk menang, tetapi yang saya utamakan adalah belajar serta pengalaman berkompetisi di luar lingkungan kampus.”
Ghina terpilih sebagai Duta Bahasa Berbakat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026.