SAMBUT BABAK BARU, PELEPASAN WISUDA KE-130 FISIP ULM LEPAS LULUSAN ILMU KOMUNIKASI YANG ADAPTIF, UNGGUL, DAN SIAP BERKONTRIBUSI PADA MASYARAKAT

Banjarmasin – Suasana bangga dan penuh haru terjadi di ruang Lecture Theatre FISIP ULM pada Selasa, 19 Mei 2026. Agenda Pelepasan Wisuda ke-130 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini dimulai pada pukul 08.00 WITA yang dihadiri oleh pimpinan FISIP ULM, Dosen, tamu undangan, serta mahasiswa wisudawan ke 130 yang akan dilepas pada hari tersebut. Dengan dilaksanakannya acara ini, maka resmi berakhirlah masa studi akademik para mahasiswa sekaligus secara simbolis melepas generasi baru Ilmu Komunikasi yang siap melangkah dengan optimis untuk membawa kebermanfaatan di ruang masyarakat. 

Pada agenda pembuka acara pelepasan wisuda ini, sorotan tertuju pada Nazwa Regina Annisa. pasalnya perempuan yang akrab disapa Jeruk ini mendapat gelar lulusan terbaik program studi Ilmu Komunikasi FISIP ULM pada Yudisium yang ke-130 ini. Keberhasilannya diasah melalui ketajaman berpikirnya dalam menyusun skripsi yang berjudul “Analisis Kuantitatif Kekerasan Terhadap Perempuan pada Film Penyalin Cahaya Karya Wregas Bhanuteja”.

Nazwa kembali mengenang proses yang telah ia tempuh selama perkuliahan, di mana ia kembali ke titik awal perjalanannya yang tak terlupakan saat di kampus “Momen paling berkesan itu justru pas pertama kali masuk, yaitu saat PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Di sana aku bisa ketemu banyak orang dan langsung klop sama teman-teman baru yang satu frekuensi banget,” ungkapnya dengan bahagia. Kini, setelah perjalanan panjangnya membuahkan hasil yang manis, Nazwa merasa lega karena berhasil melewati masa-masa “terbentur” dirinya di perkuliahan, hingga “terbentuk” seperti sekarang. Ia pun selanjutnya akan menyiapkan untuk wisuda dan meneruskan pekerjaannya saat ini karena ia sudah diterima kerja sebelum kelulusan.

Dinamika perjalanan di Ilmu Komunikasi juga tercermin dari kisah Alfian Al-Azhar, wisudawan angkatan 2021 yang berhasil mempertemukan teori akademik dengan aksi nyata di lapangan. Bagi Alfian, riset kelompok bersama teman-teman seperjuangannya adalah masa-masa paling seru dan bermakna. Petualangan akademiknya saat melakukan penelitian mendalam di Desa Tampakang sukses memberi warna tersendiri dalam proses studinya.

“Itu sangat berkesan karena di Desa Tampakang kami tidak cuma belajar, tapi juga bisa curi-curi waktu untuk sekalian liburan bareng,” Ungkap Alvian sambil tertawa mengingat momen tersebut kembali. Hasil riset lapangan tersebut ia tuangkan ke dalam skripsi berbobot berjudul “Kampanye Advokasi Lingkungan Kelompok Kerja Pesisir dalam Merespons Isu Rampasan Wilayah Tangkap Nelayan di Perairan Balikpapan”. Menjelang hari wisuda universitas yang tinggal menghitung waktu, Alfian kini fokus mematangkan persiapan sembari bersiap menyambut babak baru kehidupannya. sama halnya dengan Nazwa, ia sudah diterima kerja dan tinggal melanjutkan pekerjaannya yang sudah ada.

Di sisi lain, lulusan yang adaptif dan aktif ditunjukkan oleh Fidia Nur Zahra. Mahasiswi angkatan 2022 dari konsentrasi Public Relations (PR) ini menegaskan bahwa ia aktif di organisasi kemahasiswaan adalah kunci utama agar bisa bertahan menghadapi sibuknya dunia perkuliahan.”Selama jadi anak Komunikasi, momen yang paling membekas adalah saat terlibat langsung di berbagai kegiatan, khususnya di HIMAKOM dan beberapa komunitas eksternal. Wadah-wadah ini sangat membantu melatih mental dan mengasah langsung teori-teori humas yang selama ini didapatkan di dalam kelas,” papar Fidia dengan yakin. Menariknya, Fidia yang lulus lewat skripsi fenomenologi berjudul “Interpretasi Mahasiswa dalam Stres Akademik di Kota Banjarmasin” ini menilai bahwa bekal pengalaman selama kuliah telah melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh. Setelah Yudisium ini ia akan menyiapkan wisuda dan menyiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja.

Lahirnya para lulusan dengan latar belakang cerita yang beragam ini menjadi bukti nyata bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP ULM berhasil membentuk ekosistem belajar yang seimbang. Para lulusan tidak hanya dibentuk menjadi sarjana yang matang secara intelektual, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang adaptif, unggul, dan peka terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, selamat menyambut babak baru dan selamat berkontribusi untuk masyarakat luas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *