BERDAMPAK DI KANCAH INTERNASIONAL, MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI ULM TURUT ANDIL DALAM KKN INTERNASIONAL DI MALAYSIA

Banjarmasin – Beberapa mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi ULM berhasil lolos dalam seleksi KKN Internasional yang diadakan oleh UPA (Unit Pembantu Akademik) MKBT (Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu) ULM ke Malaysia. Program ini tengah  berlangsung sejak 27 April 2026 kemarin dan dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 14 Mei 2026. Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang lolos diantaranya Tiara Nurhaliza, Azizah Arsyad, Qaila, dan Qurrota A’yun Rusfasa, yang mana keempatnya berasal dari angkatan 2024. Mereka mengabdi di sana dengan memberikan dampak secara langsung pada masyarakat, terkhusus Desa Felda Adela, Johor.

Selama program berlangsung, para mahasiswa mengikuti beberapa rangkaian kegiatan yang terjadwal. Mulai dari pengenalan budaya Malaysia, kunjungan ke sekolah setempat untuk memperkuat kerja sama, hingga pengenalan budaya Indonesia dari para mahasiswa ke masyarakat di Malaysia.

Di hari pertama KKN, kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan budaya dari Malaysia. Para mahasiswa ditunjukkan oleh perangkat dan komunitas Desa Felda Adela bagaimana pembuatan Telur Pindang, makanan khas Johor. Kegiatan ini ditujukan sebagai ruang nyata terjadinya pertukaran budaya lintas negara antara Indonesia dan Malaysia.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi juga terjun langsung menginisiasi program kerja (proker) berbasis keilmuan untuk mendongkrak perekonomian lokal. Berdasarkan hasil riset mendalam mahasiswa di lapangan, ditemukan bahwa pelaku UMKM di Felda Adela masih menghadapi kendala besar dalam teknik pemasaran produk. Menanggapi isu tersebut, mereka sepakat menghadirkan solusi berupa “Workshop Pengembangan E-Commerce” demi memperbaiki strategi penjenamaan (branding) produk dan teknik fotografi. Agenda ini dilaksanakan secara bertahap (rolling) di empat desa di bawah naungan Gugusan Felda Johor Bahru, yaitu Desa Adela, Desa Sening, Desa Kledang, dan Desa Tunggal. Salah satu puncaknya berlangsung pada Jumat, 08 Mei 2026 pukul 09.00 pagi di Wisma Adela. Di sana, para pelaku UMKM setempat tidak hanya menerima materi teoretis, melainkan langsung melakukan praktik konfigurasi kamera gawai (handphone) biasa untuk menghasilkan foto katalog produk yang estetik. Mahasiswa juga melatih mereka dalam hal pembuatan tulisan iklan (copywriting), branding, teknik penyuntingan menggunakan platform Canva, mengenalkan inovasi mini studio project, hingga membagikan pamflet edukatif seputar e-commerce.

Proses pengabdian berskala internasional ini tentu memberikan dinamika tersendiri. Mengingat wilayah Felda sudah tergolong maju dan menyandang predikat “Desa Cemerlang”, para mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyelaraskan program kerja. Keterbatasan observasi langsung saat masih berada di Indonesia juga sempat menjadi hambatan awal dalam memetakan kebutuhan warga. Menariknya, koordinasi di lapangan dilakukan dengan cara memecah total 16 mahasiswa delegasi menjadi dua tim kecil (masing-masing 8 orang) agar penyebaran program kerja berjalan lebih efektif dan kolaboratif.

Meskipun bahasa Melayu yang digunakan masyarakat setempat masih tergolong serumpun, mahasiswa sempat menemui kendala kosakata lokal yang belum familier. Masalah komunikasi ini sukses diatasi berkat bantuan warga setempat yang bertindak sebagai penerjemah (translator), sembari mahasiswa ikut belajar bahasa Melayu secara perlahan. Selain program pemberdayaan ekonomi digital, kontribusi sosial anak komunikasi juga menyentuh aspek kemanusiaan lewat aksi “Ziarah Kasih”. Melalui agenda ini, mereka berkunjung dari rumah ke rumah untuk berinteraksi langsung sekaligus membantu melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga desa yang mengidap penyakit kronis.

Hari berikutnya, rombongan mahasiswa berkunjung ke Sekolah Kebangsaan Felda Adela 1, Kota Tinggi, Johor. Kunjungan ini dimaksudkan untuk membangun kerja sama dan hubungan antara ULM dengan institusi pendidikan di Malaysia. Selain itu, para mahasiswa juga memperkenalkan budaya Indonesia, terkhusus kain tradisional khas suku Banjar dari Kalimantan Selatan kepada siswa dan tenaga pendidik setempat, dengan membawa potongan kecil kain sasirangan sebagai identitas budaya Kalimantan ke tanah Malaysia.

Dengan adanya program KKN Internasional ini dan keikutsertaan mahasiswa Ilmu Komunikasi ULM di dalamnya, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan dan jaringan internasional mereka, serta membawa nama baik ULM di kancah global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *