
Banjarmasin – Pada 26 April 2026 yang bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, dua mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP ULM, Istiqla Faiha dan Aulia Tasya telah berhasil menyelenggarakan workshop dengan tema “Banjarmasin Aman Baimbaian” di Banjarmasin Creative Hub. Kegiatan ini salah satu bagian dari kampanye mereka, yaitu “Aman Duluan” yang menjadi Tugas Akhir praktis untuk syarat pemenuhan kelulusan mereka. Program ini dilatar belakangi dengan tujuan sebagai langkah preventif membangun kesadaran masyarakat untuk bersiap siaga sebelum bencana terjadi. Sebagai inisiator, Istiqla Faiha dan Aulia Tasya menggandeng BPBD kota banjarmasin sebagai kolaborator ahli.

Kegiatan diawali dengan sesi seminar dengan dua narasumber ahli agar menguatkan wawasan mitigasi dari perspektif yang lebih beragam. Haji Husni Thamrin, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, menjelaskan mengenai strategi kesiapsiagaan bencana di tingkat kota pada peserta kegiatan hari itu. Pada materi kedua, Dr. Muhammad Alif memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi komunikasi untuk menghindari misinformasi atau hoaks saat situasi darurat yang dihadapi. Tidak hanya teori, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pelajar dari enam sekolah serta berbagai komunitas pemuda, seperti Putik Bersih, Turun Tangan Banjarmasin, dan Banjarmasin Book Party. Para peserta diajak untuk mensimulasikan cara melakukan evakuasi mandiri, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga panduan menyusun Tas Siaga Bencana yang dipandu langsung oleh Kak Kusumayanti dari Borneo Urban Lab.

Selain kegiatan puncak di Banjarmasin Creative Hub, kampanye “Aman Duluan” juga menjalankan program edukasi berkelanjutan melalui program Media Movement dan Goes to School. Tim inisiator telah berkolaborasi dengan berbagai media massa sebagai langkah strategis, termasuk siaran di RRI Pro 2 Banjarmasin, serta produksi konten edukatif melalui Instagram dan TikTok @amanduluan. Di lingkungan pendidikan, sosialisasi telah dilakukan secara langsung ke beberapa instansi seperti SMA Al-Mazaya, SMA Ukhuwah, dan SDN Teluk Dalam 11 melalui simulasi evakuasi banjir dan gempa bumi. Output secara fisiknya, kampanye ini juga mengeluarkan Buku Saku Aman Duluan yang berisi panduan praktis langkah preventif bencana sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari BPBD Kota Banjarmasin.

Melalui rangkaian kampanye ini, Istiqla Faiha dan Aulia Tasya berharap agar budaya siaga bencana dapat tertanam kuat dalam keseharian masyarakat Banjarmasin. “Kami ingin isu kebencanaan tidak lagi dipandang sebagai hal yang menakutkan untuk dibahas, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup yang waspada,” ujar Istiqla. Sejalan dengan tagline “Aman Duluan sebelum terlambat”, proyek ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan serupa di masa depan, sehingga masyarakat tidak hanya bereaksi saat bencana terjadi, tetapi telah memiliki kesiapan mental dan fisik sejak dini.