Perkuat Literasi Digital AI, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM Komunikasi Berpartisipasi dalam Pengabdian Internasional di Malaysia

Perkuat Literasi Digital AI, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM Komunikasi Berpartisipasi dalam Pengabdian Internasional di Malaysia

Banjarmasin (ULM) – Perwakilan dosen Ilmu Komunikasi ULM berpartisipasi dalam kegiatan International Community Services selama dua hari berturut-turut pada tanggal 16 April 2026 di Sanggar belajar AMI Penang dan 17 April 2026 di Sanggar Bimbingan Permai Kulim, Malaysia. Sebagai langkah untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman tentang Artificial Intelligence (AI) pada anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang rentan terhadap kecanduan digital, paparan konten tidak pantas, dan eksploitasi digital akibat kurangnya literasi digital. 

Kini anak-anak semakin akrab dengan gawai, media sosial, kemajuan AI memberikan perubahan pada keseharian anak. Namun, intensitas penggunaan teknologi AI yang tinggi perlu diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Bahaya yang ditimbulkan dari kurangnya literasi digital menimbulkan minimnya pemahaman komprehensif tentang keamanan digital, etika dalam bermedia sosial, privasi data dan berpikir kritis. Sehingga rentan bagi mereka mengalami paparan konten yang tidak layak bahkan eksploitasi di ranah digital.

Kegiatan ini menyasar anak-anak binaan Sanggar Belajar Anak PRIM yang terbagi di dua lokasi. Pada hari pertama, 16 April 2026, kegiatan dilaksanakan di Sanggar Belajar AMI Penang, Taman Tampoi, Bukit Mertajam, Pulau Pinang. Pada hari kedua, 17 April 2026, kegiatan dilanjutkan di Sanggar Bimbingan Permai Kulim, Lot 286, Kedah, Malaysia. Tim pelaksana terdiri dari Dr. Yuanita Setyastuti, S.IP., M.Si (Ketua Jurusan) dan Dr. Sri Astuty, S.Sos., M.Si (Dosen Jurusan). 

“Kedua sanggar pendidikan yang berdiri di Penang dan Kedah, Malaysia ini mendidik serta mengasuh anak-anak WNI yang tinggal di Malaysia. Sayangnya mereka tidak memiliki dokumen resmi sehingga tidak dapat bersekolah pada fasilitas pendidikan formal di Malaysia,” ujar Dr. Yuanita Setyastuti.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menggugah keprihatinan karena setiap anak Indonesia di mana pun berada berhak mendapatkan pendidikan yang layak. “Sanggar-sanggar ini memberikan fasilitas untuk belajar bahkan untuk tempat tinggal, namun tentu saja masih kurang memadai dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga membutuhkan kepedulian kita bersama,” pungkasnya.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi konsep dasar AI, manfaat dan risiko penggunaan teknologi digital, serta pentingnya menjaga keamanan digital seperti melindungi data pribadi dan menghindari konten tidak sesuai. Metode yang digunakan adalah presentasi dan diskusi interaktif. 

Selama dua hari, peserta diberikan materi tentang konsep dasar AI, manfaat, risiko serta pentingnya menjaga keamanan digital. Pada hari pertama di Penang, anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi kelompok secara aktif. Pada hari ke-dua di Kedah, proses pembelajaran berjalan lebih interaktif. Anak-anak lebih berani untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat serta mampu mengidentifikasi manfaat dan risiko teknologi digital. Peserta juga mampu menunjukkan sikap kritis terhadap informasi yang diterima. 

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian internasional ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta tentang literasi digital dan AI. Keberhasilan tersebut tercermin dari peningkatan partisipasi aktif, kemampuan peserta menjelaskan ulang materi, serta perubahan sikap dalam penggunaan teknologi digital. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi sejak dini untuk membentuk generasi yang cakap digital, beretika, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *