Bawa Identitas Kalimantan ke KKN Jepang, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Kenalkan Budaya Banua di Level Internasional

Banjarmasin – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. M. Rafly Azkia Akbar, mahasiswa angkatan 2024, resmi terpilih sebagai salah satu delegasi ULM untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 di Jepang.

Program bergengsi ini akan berlokasi di Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka. Kota tersebut dikenal luas sebagai pusat industri sekaligus pionir dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) tingkat dunia. Hal ini dinilai sangat relevan dengan tema besar kegiatan yang akan diusung oleh para mahasiswa selama di sana.

Rangkaian persiapan telah dimulai sejak penetapan peserta pada 1 April 2026. Para delegasi menerima pembekalan intensif pada 21-23 April yang mencakup materi adaptasi budaya, teknis perjalanan, hingga manajemen alur kegiatan. Memasuki bulan Mei, fokus mahasiswa beralih pada tahap persiapan teknis, terutama pengayaan materi budaya yang akan ditampilkan sebagai sarana membangun jejaring dan citra positif kampus.

Rafly menjelaskan bahwa delegasi telah menyiapkan pertunjukan seni yang komprehensif untuk mengenalkan identitas Indonesia, khususnya kekayaan Kalimantan.

“Kami menyiapkan dua tarian utama, yakni tari Wonderful Indonesia dan Tari Dayak. Sebagai penutup, akan ada flashmob yang melibatkan seluruh peserta dengan iringan lagu tradisional seperti Rasa Sayange, Ampar-Ampar Pisang, Cublak-Cublak Suweng, hingga Sik Sibatumanikam,” jelas Rafly.

Tidak hanya seni tari, kekhasan Banua juga akan diperkenalkan melalui jalur musik. “Ada tim paduan suara yang akan membawakan karya legendaris Ismail Marzuki, Rayuan Pulau Kelapa. Secara khusus, kami juga membawa identitas Kalsel melalui lagu Pambatangan dan Ampat Si Ampat Lima,” tambahnya. Kehadiran unsur budaya lokal seperti lagu Banjar dan tari Ampar-Ampar Pisang ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat reputasi ULM sebagai kampus yang melestarikan nilai lokal di kancah global.

Namun, di balik kebanggaan tersebut, perjalanan menuju Jepang ini menuntut dedikasi tinggi. Rafly menceritakan bahwa masa persiapannya cukup menantang karena harus membagi waktu antara jadwal akademik dan urusan administrasi yang padat.

“Perjalanan menyiapkan diri ini lumayan panjang. Di sela-sela pembekalan dari pagi hingga sore, saya juga harus tetap fokus menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS), termasuk tugas mengedit video. Selain itu, saya juga harus menempuh perjalanan ke luar kota untuk pengurusan e-passport demi kelancaran visa,” ungkapnya.

Mengingat perannya yang strategis, Rafly juga tengah intensif melakukan persiapan mandiri. “Selain persiapan penampilan bakat, saya juga ditunjuk sebagai salah satu tim pengajar di elementary school di Kitakyushu. Maka dari itu, kesiapan berbahasa sangat penting. Saat ini saya terus berupaya belajar bahasa Jepang secara mandiri agar bisa berkomunikasi dengan baik,” lanjutnya.

Jadwal keberangkatan delegasi direncanakan pada 31 Mei, dan kembali ke Banjarmasin pada 10 Juni 2026. Rafly merupakan satu dari 18 mahasiswa lintas fakultas yang berhasil lolos seleksi. Delegasi ini mencerminkan kolaborasi multidisiplin ULM yang terdiri dari perwakilan FISIP (Ilmu Komunikasi dan Administrasi Bisnis), FKIP, FEB, Kedokteran, Teknik, Pertanian, FMIPA, hingga Kehutanan.

Melalui program ini, ULM berharap para mahasiswa dapat memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kemampuan adaptasi lintas budaya. Pengalaman ini diharapkan mampu membangun koneksi global dan membawa praktik unggul dari Jepang untuk diterapkan di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *