Penutupan KKN Ilmu Komunikasi ULM Bertema Komunikasi Lingkungan

Komunikasi lingkungan sangat terkait dengan bagaimana kita memaknai sungai. Gagasan tersebut menjadi fokus utama dari aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2019 yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi ULM.

Kegiatan KKN tersebut secara resmi ditutup oleh perwakilan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ULM dan perwakilan dari kecamatan. Penutupan tersebut diselenggarakan pada Rabu (21/8/2019) di Aula Kecamatan Sungai Tabuk.

Sebanyak 99 mahasiswa angkatan 2016 Prodi Ilmu Komunikasi terlibat aktif selama hampir 40 hari di tengah-tengah masyarakat, khususnya di wilayah Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Mahasiswa dibagi dalam sepuluh kelompok, dibagi rata ke sepuluh desa di kecamatan tersebut.

Rangkaian KKN tahun ini dimulai pada tanggal 1 Juli 2019 dengan pembekalan dari dosen-dosen prodi. Kemudian, pada tanggal 15 Juli 2019, mahasiswa memulai kehidupan di masyarakat Kecamatan Sungai Tabuk.

Mahasiswa diberi mandat untuk memprakarsai program kerja yang tepat guna bagi masyarakat kecamatan Sungai Tabuk. Diharapkan, program tersebut dapat berkontribusi pada masyarakat desa, bahkan setelah kegiatan KKN selesai.

“Komunikasi lingkungan berbasis kearifan lokal, mengangkat masyarakat Provinsi Kalsel, terutama masyarakat bantaran sungai di kawasan Sungai Tabuk,” ujar Achmad Bayu Chandrabuwono selaku dosen prodi dan ketua panitia KKN.

Para dosen memiliki harapan perubahan pola pikir mahasiswa terhadap lingkungan, mengingat Banjarmasin dikenal dengan kota yang identik dengan sungai. “Bagaimana mereka memaknai sungai, bahwa sungai tidak hanya sebagai saluran air biasa,” lanjutnya.

KKN tersebut memberikan manfaat pada pengembangan diri mahasiswa, seperti yang diungkap salah satu peserta. “Dapat pengalaman sangat berharga, membangun network yang baik, cara berorganisasi di wilayah yang kita tidak tahu, beradaptasi”, ujar Fathia Risqiarani.

Bukan hanya pengembangan diri mahasiswa, kegiatan ini juga bermanfaat dalam aktualisasi ilmu komunikasi di pedesaan. “Kami juga ingin menggali potensi di desa, seperti mem-branding hasil alam di desa tersebut,” ujar mahasiswi yang pernah mewakili prodi dalam ajang Mawapres.

Acara ini ditutup dengan kegiatan loka karya mengundang perwakilan sepuluh desa di Kecamatan Sungai Tabuk. Sepuluh kelompok mempresentasikan hasil karya mereka kepada audiens.

Hasilnya, forum memilih tiga kelompok terbaik dalam KKN tahun ini. Ketiga kelompok pemenang antara lain Kelompok 10 Pematang Panjang, Kelompok 3 Sungai Pinang Lama, dan dijuarai Kelompok 5 Sungai Pinang Baru.

 

Blog Attachment

Leave us a Comment