Komisioner KPI: Kita Perlu Mengambil Alih Lembaga Rating Program Siaran

WhatsApp Image 2018-10-30 at 10.16.48 AM

Rating pertelevisian menjadi perhatian Universitas Lambung Mangkurat bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Selasa (30/10/2018). Untuk menjembatani aspirasi tersebut, kedua lembaga menyelenggarakan kegiatan “Focus Group Discussion (FGD) Panel Ahli Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi KPI 2018” mengundang beberapa panel ahli dari berbagai latar belakang.

Kegiatan diskusi panel ahli ini diselenggarakan di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin. Pada kesempatan ini, komisioner KPI Pusat Agung Suprio, S.IP, M.IP, menekankan pentingnya pemerintah melalui KPI mengambil alih rating televisi dari lembaga rating swasta yang saat ini menjadi rujukan utama lembaga penyiaran dan periklanan nasional.

Sembari mencontohkan, pria yang kerap disapa Agung tersebut menunjuk bagaimana lembaga rating swasta tersebut pernah bermasalah di Thailand. Pemerintah Thailand langsung mengambil langkah tegas melarang operasi lembaga rating swasta tersebut. “Pertandingan sepak bola di Thailand, tim juara pertama ratingnya lebih rendah dibanding yang juara ketiga, ternyata ada manipulasi,” ujar tokoh yang pernah menjadi announcer stasiun radio di Jakarta.

Lembaga rating swasta tersebut pada akhirnya menghasilkan tayangan-tayangan yang tidak berkualitas. Padahal, ekosistem penyiaran dan periklanan di Indonesia masih menjadikan lembaga rating swasta sebagai acuan. “KPI perlu men-takeover rating ibarat BPJS men-takeover asuransi kesehatan”, ujar Dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini. Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi adalah agenda yang dibuat oleh KPI untuk memberikan alternatif rating program siaran. KPI sebagai lembaga pemerintah ingin berkontribusi dalam perbaikan konten siaran nasional.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prof. Dr. H. Asmu’i, M.Si, mengapresiasi apa yang diinisiasi KPI. “ULM sangat mendukung program ini, mewakili Pak Rektor, kami siap menyukseskan survei indeks kualitas program siaran televisi,” ujar guru besar administrasi publik ini.

 

 

 

 

 

Leave us a Comment